Minggu, 21 Agustus 2011

The Afternoon Smiles - Chapter 4


The After Show

Jalan ke backstage, ternyata backstage nya open gtu. Dikelilingin sama pager pembatas dan ada 3 tenda tertutup model rumah orang Indian di belakang panggung. 4 cowok itu ada di sana. Seperti nya baru cooling down di tenda dan chit-chat sama kru tentang pengalaman extraordinary barusan. Maklum aja, TAS kan udah lama vakum dan blom ngeluarin album lagi, eh, dapet job manggung di Jakarta yang notabene punya crowd paling asik dan seru se-Asia tenggara. Tadi gue sempet liat size penonton yang nonton mereka dari big screen yang ada di sebelah kanan panggung, penuh banget sampe belakang. Gue dibikin melongo abis-abisan. Totally comeback gig yang memorable.
Steve menghampiri kami yang manggil dia. He’s a nice man
“ Hey!! That was awesome!! “ kata gue. We’re hugging and he kiss both of my cheeks.
“ Yeah!! Thanks for coming. I still can’t believe what just happened. “
Lalu Rio dan yang lain juga nyapa cowok itu. Badan nya Steve terasa lebih hangat dan lembab karena keringat. Kemaren pas sepulang dari radio, dia sempet sakit. Tapi langsung sembuh begitu ayah, ibu dan adik perempuan nya dateng sore kemaren dari London khusus buat nonton The Afternoon Smiles manggung. Keren banget yah keluarga nya? Sangat mendukung satu sama lain.
“ You already got better? I read your tweets yesterday. You are sick, aren’t you? “
“ Yeah. I already got better. My mom, dad and my sister came all the way from London!! That’s why. “ dia tersenyum.
“ Your mom looks soo happy. She must be very proud of you. “
“ Haha!! You are soo sweet. “
“ Is that your sister? “ kata gue nunjuk cewek muda berambut pirang.
“ That one with blonde hair and yellow dress? “ kata Steve sambil ngikutin arah telunjuk gue.
“ Yup!! “
“ Yes. That’s my sister. “
Adik nya terlihat cantik, walau dari jauh. Keith muncul dan nyapa semua orang. Terjadi kehebohan karena he’s the center of the attention. Semua orang mau deket-deket dia pasti nya. Mereka semua nya friendly, tanpa kecuali.
“ I’ll be back, kay?! “ kata nya.
Cowok itu pun nyamperin semua yang berdiri di luar pagar pembatas setinggi 1 meter seperti gue. Bergantian dan adil. Nice view!
Danny muncul dan dia ngeliat gue. I wave my hand and manggil dia untuk mendekat. Begitu dia ada ½ meter di depan gw, gue merentangkan tangan.
“ Hey!! You made it!! Aaahh..I’m all wet. Haha!! “ kata nya, ragu meluk.
“ So do I. Hehe.. “
Akhir nya, kami berpelukan. 2 orang yang kaos nya basah. He got something..semacam his nature scent. Bau bukan parfum yang sangat khas dia. Bau yang menyenangkan, mungkin gak akan gini klo dia merokok. Sepulang dari radio kemaren itu, gue masih bisa nyium bau nya Dan yang ini di sekitar gue. Bau ini terasa banget klo lagi di peluk sama dia seperti sekarang.
“ What a show!! You guys did a great job!! “ kata gue setelah lepas dari pelukan nya.
“ Yeah, thanks. I saw you by the way. You were in front row. “
“ Yup! I know u noticed me. “ seneng banget karena dia mau gue tau klo dia liat gue tadi.
“ I really don’t wanna leave this country. ‘ muka nya berubah sedih.
“ You’ll leave tomorrow? Sara told me about it. “
“ Yeah. Sadly. “
“ What time? “
“ I think it’s 6:45 pm. I dunno..changes may happen. “ kata nya. Masa blom pasti?
“ What airlines? “
“ Ummm..I forget., but I think I remember the flight number. It’s..” 2 kali dia nyebutin nomer penerbangan nya, 2 kali gue gak nangkep nomer nya. Pelan-pelan, mister. Akhirnya timbul ide.
“ Can you write it? “ kata gue sambil ngasih telpon selular gue.
Lalu dia nulis di laman untuk ngirim SMS. Oh.. kaya nya gue tau inisial airlines nya nih. Salah satu yang terbaik di dunia.
“ See you tomorrow then. I’ll catch you at the airport. “
“ Oh..that would be great. ‘ dia tersenyum.
“ Don’t forget to make sure the exact time. Message me on facebook. “
“ Remind me, okay? ‘ kata nya. Gue pikun, dia juga.
“ Will do. “
“ I’ll be back in a minute, yes? “
“ Sure. “
Dia pun pergi, langsung diledekin aja gitu sama yang lain cos kaya nya cuma ada gue sama Danny di sini. Haha!! Sowry, gals!!
Richard dan Keith yang terlihat paling capek, sempet nyapa kami semua. Mereka berdua cuma sebentar beredar di backstage dan langsung balik lagi ke tenda. Maklum lah klo tenaga mereka terkuras, mereka berdua kan yang paling pecicilan di atas panggung.
Steve balik lagi ke kami setelah dia tadi sempet dapet pelukan dari sang ibu yang terlihat sangat bangga.
“ Why you always smile on the stage? “ kata Claudia, penasaran sepertinya.
“ Haha..” Steve cuma ketawa.
“ And where’s all the energy came? You are soo energetic. “
“ The crowd was unbelievable!! But, I prefer known as energetic person than the one who’s smiling all the times. Haha..”
Ada yang nyapa Steve, sepasang cewek dan cowok. Si Claudia yang capek akhir nya memilih duduk di rumput sama yang lain. Sementara gue masih berdiri di dekat Steve dan 2 orang tadi.
“ Where you guys stays? “ kata yang cowok, dia lebih pendek dari gue dan berkaca mata.
“ It’s..a little bit hard to pronounce. Syai..”
“ Syailendra hotel, Stevie. “ kata gue.
“ What Syai? “ dia mandang gue sambil ngucapin itu.
“ Syailendra..” kata gue,antara geli dan maklum.
“ Yeah, Syailendira..sorry. Haha! “ dia ketawa sendiri, tetep salah sebut.
“ It’s in our language, that’s okay if you can’t pronounced it well. “ kata si kaca mata itu.
“ Yeah, kind of a hard one..”
Panggung utama yang besar nya 2 kali panggung TAS udah memulai pertunjukan. Yang main adalah The Stereo. A very famous band, tapi gue gak terlalu ngikutin, Cuma tau 2 lagu nya doang malah. Kaki gue berasa pegel banget. Gue tanya Lyla dan Lena mau pulang kapan. It’s almost 11 pm. Besok gue kan ada kerjaan yak?! Haduuhh..let’s go home, then!! Rencana nya mau naek motor bertiga keluar dari Ancol, baru nurunin Lena di sekitar Mangga Dua supaya dia bisa naek taksi. Mari pamit sama Steve. Dia bilang thanks udah dateng dan peluk gue lagi..plus cium pipi kanan-kiri.
“ See you tomorrow at the airport.. “ kata gue.
“ I’ll tweet the flight number and stuff. Don’t worry. “
“ Okay. “
Lalu kami bertiga jalan keluar venue, melewati belakang tenda yang ada di backstage TAS dan ternyata ada Danny di belakang salah satu tenda itu. Lagi ngobrol sama 2 orang cewek yang ada di luar pagar pembatas. Lyla yang blom sempet foto sama Danny pun minta gue untuk nyapa dan bilang ke Danny klo temen gue mau foto. Okay, akhirnya nyapa dia lagi.
“ I’m about to go home now. See you tomorrow at the airport.. “ kata gue setelah motoin Lyla sama Danny.
“ Ohh..sure. Take care,kay? “
“ Yeah, thanks. “
Lagi-lagi dipeluk dan dicium pipi gue. He did it almost to every girls seperti nya. So, I think it’s just the way how they treats girls. Klo di Eropa kan cium pipi kanan-kiri mungkin udah jadi bahasa pergaulan. Hmm..seperti nya bau Dan nempel lagi di badan gue. Hihi..
Tadi nya mau ikutin rencana semula, tapi gak tega sama Lena. Akhirnya kami naik motor bertiga. Awal nya mau sampe Matraman aja, tapi karena gak nemuin satu pun polisi yang lagi patroli atau lagi razia, kami naek motor sampe Cililitan. Alhamdulillah masih dilindungin Allah.
Lena lalu naek ojek lagi ke Halim dan gue sama Lyla pulang ke daerah Kramatjati. Sampe rumah gue langsung cuci muka, ganti baju dan tidur. Super jompo.

The Afternoon Smiles - Chapter 3


The Show

Bangun tidur agak siang, lalu nyiapin pernak-pernik yang mau dibawa ke Ancol. Sekarang lagi musim hujan, jadi musti bawa payung. Klo tiba-tiba pas enak-enak nonton trus hujan gmana? Mencegah lebih baik daripada basah kuyup.
Handuk kecil, jaket, air minum yang harus habis sebelum masuk venue. Tiket jangan lupa!
Gonna keep my outfit simple : sneakers, jeans and t-shirt.
Beresin rumah, mandi dan harus makan! Biar ada energi untuk jalan kaki dari gate ke stage, energi untuk lompat-lompat dan teriak-teriak. Haha..
Dari pagi udah mendung dan berangin aja nih cuaca. Tapi blom hujan sih. Menurut pantauan via twitter, di Ancol malah masih cerah-cerah aja.
Jam 5 sore berangkat dari rumah dan sampe sana pas maghrib. Duduk-duduk dulu di deket pintu masuk, masih nunggu yang lain yang blom pada dateng. Calo berseliweran di depan kami, nawarin tiket atau nyari tiket lebih. Lyla yang blom makan dari pagi lagi asik ngunyah burger yang tadi dia beli di deket rumah.
3 orang temen gue nongol satu persatu di saat yang hampir bersamaan. Lena, Nurma dan Claudia. Sedangkan Rio akan kesini jam 7-an. Lena itu temen SMP-SMA gue, dia sekarang udah jadi dokter. Dia khusus ambil libur dari klinik nya di Karawang untuk nonton festival ini. Klo Nurma dan Dia, panggilan untuk Claudia, adalah temen yang gue kenal dari perkumpulan pendengar radio itu.
Dia nungguin Rio, dua-duanya mau beli tiket dari calo. So, yang 4 lainnya pun masuk sekarang aja. Gak tau mau nonton siapa dulu untuk pemanasan sebelum nonton The Afternoon Smiles, kami pun minta buku run down aja di booth informasi.
Selain TAS, hari ini band internasional nya ada DC sama The Stereo, suka juga…but, I think I’ll pass both. DC bulan April pernah kesini n I’ve got a chance to see ‘em live. Klo The Stereo, mereka mulai manggung nya jam 11, udah kemaleman.
Akhirnya memutuskan untuk nonton Anda, salah satu musisi keren Indonesia yang tampil di salah satu stage berukuran kecil. Setelah itu seliweran, bingung mau nonton yang mana sambil nunggu jam 8:45, jadwal TAS manggung. Gak tau bakalan on time atau enggak. Kalo tahun lalu pas liat melee sih, mereka mulai tampil nya sesuai jadwal.
Di stage tempat TAS akan tampil, sekarang manggung The S.I.G.I.T, one of indonesia’s best indie band.Penampilan mereka bagus banget!! Super nge-rock!! Gue gak tau banyak lagu-lagu mereka, tapi penampilan mereka bener-bener superb!! Lalu setelah mereka selesai manggung, kerumunan orang di depan stage ini beralih ke main stage yang paling besar. Disana DC akan tampil. I’m not going anywhere. I’ll stand in front of this stage, nonton DC dari depan panggung TAS aja. Hehe..
Bakalan berdiri lebih dari 1 jam ini pasti. But, that’s okay. Biar bisa liat mereka dari deket. Temen-temen gue yang lain juga gak keberatan untungnya. Paling mereka minta “ dijagain “ tempatnya supaya mereka bisa cari makan atau minum di booth yg banyak tersebar di sekitar venue.
Seorang soundman, yang kemaren gue liat ikut ke radio, sibuk wara-wiri di stage. Nyiapin gitar, bass dan alat musik yang lain di atas panggung. I forgot his name but I remember that he’s hot! Hoho..
“ Sam, dee. “ kata Rio yang udah berhasil masuk.
“ Ohh..iya! Sam Spencer. “
Gue gak ngerasa laper..jadi mending ngobrol aja terus sama mereka biar waktu terasa cepet. Jangan hujan yaaa..cos tadi pas nonton SLANK sempet gerimis gede gitu.
Menikmati DC dari jauh dan walau liat Chris Carabba cuma dari big screen di kanan-kiri panggung utama, tetep aja dia terlihat super keren.
Gue sama Rio iseng manggilin Sam yang lagi sibuk di panggung dan he noticed us. Begitu dipanggil langsung nengok dan senyum. Hehe..iseng amat yak?! Karena sambil ngobrol n liat DC dari jauh juga, nunggu nya bener-bener gak terlalu terasa. Lalu DC selesai manggung, crowd dari sana pindah lagi kesini. Okay, here we go!
Jam 9 tepat…lampu stage mulai gelap..lalu muncul asap-asap. Then the show is on. Yeah!! Digebrak sama lagu up beat mereka yang paling terkenal.
I jumps around, no, I mean, gak around juga cos sumpah penuh banget sampe gak leluasa bergerak. Gue lompat-lompat aja di tempat, teriak-teriak, nyanyi-nyanyi dan tepuk tangan terus selama 1 jam 10 menit itu.
Vokalis nya, Keith kan umur nya 30 tahun lebih ya, tapi dia enerjik sekali. Stamina nya mantap!!
Oh iya, Keith noticed me, Steve juga. Awas aja klo Steve gak ngeh sama kami, kami kan berdiri di depan nya dia.
It’s soooo damn hard to get Dan’s attention cos dia kan posisi nya di belakang  dan mesin yang ngeluarin asap itu ada di deket nya. Kadang dia sampe ketutupan asep aja gitu. Kasian sama paru-paru nya. Gue aja yang menghirup sedikit asap nya, gak terlalu suka sama bau nya, gmana dia?
But, at one point, one precious moment, dia tiba-tiba mengarahkan pandangan ke gue dan I wave my hand. He noticed me dan langsung melambai balik. Aaahhh..sweet!! Cos cuma sekali itu aja dia melambai ke penonton. Yes, I feel that I am special.
Jam 10:00, mereka do the encore. Pura-pura ke belakang dan minta diteriakin “ we want more! we want more! “ berkali-kali baru balik lagi ke stage dan nyanyi 3 more songs. Aaaahh.. keren!! 3 lagu terakhir yang dibawain adalah 3 monster hits mereka. TAS sempet foto crowd dan Keith bilang foto ini akan diunggah dari akun twitter mereka dan of course facebook juga. Klo merasa ada di foto ini, di crowd ini, feel free to tell ‘em and tag the pic.
15 menit kemudian, mereka semua berjajar di depan dan bilang terima kasih sambil waving their hands, take a bow dan berakhirlah konser The Afternoon Smiles malam ini. Keith sempet meluk Steve sambil jalan ke belakang panggung. Gue liat muka nya..dan dia terlihat hampir menangis. He’ll never forget this nite. He’ll never forget Jakarta’s crowd.



                                                                                                                            






Selasa, 16 Agustus 2011

The Afternoon Smiles - Chapter 2


The Ticket Chase


Wah…klo ini sih harus nih!!
Ktemu TAS ngebuat gue ngerasa harus liat mereka di Ancol sabtu besok. Terakhir gue liat konser itu awal tahun lalu, konser nya Boys Like Girls.
Jum’at sore, gue baca tweet dari promoter konser klo malem ini ada student price terakhir!! Tergiur, cos harga nya turun sampe 150ribu aja gitu. I’m so gonna buy it!!
Malem-malem, ajak temen rumah gue, Lyla. Dia juga mau nonton akhirnya. Asiikkk..ada temen barengan ke Ancol dan balik nya. Gue gak ada kartu pelajar atau mahasiswi, but, liat nanti deh. Klo gak bisa beli, terpaksa sabtu beli di calo. Haha!! Bukan karena tiket nya habis waktu hari H, tapi lebih kepada harga nya yang akan lebih murah. Hehe..
Tempat beli tiket nya itu di salah satu cafĂ© di bilangan Senayan. So let’s go there! Kesana nya naek motor aja, biar cepet sampe. Soal nya Cuma dijual dari jam 8-10 malem. Klo Lyla sih ada kartu mahasiswa, jadi dia aman.
Baru berangkat jam ½ 9 karena Lyla harus kuliah dulu tadi. Dia ambil D1 dan jam kuliah nya malem.
Musti nyari-nyari dulu letak café nya dimana nih. Hmm..setelah tanya sekuriti komplek perbelanjaan itu berulang-ulang, akhir nya nemu juga café yang di maksud. Dan pas sampe meja yang dibuat seperti meja kasir di pintu masuk sebuah café itu, gue dengan sedikit rasa takut karena gak bisa beli tiket tanda kartu mahasiswi, akhir nya maju juga.
“ Halo, mau beli tiket? “ kata seorang bapak dari balik laptop nya.
“ Iya, 2 yang hari sabtu. “ gue tersenyum. Kaya nya aman nih.
“ Oke..300ribu. “ kata nya cepet.
Eh, gak ditanyain kartu pelajar/mahasiswi nya nih ternyata. Is that easy? Hoho! Gue senyum-senyum seneng. Gue pun ngeluarin duit sambil mandang Lyla. Kami berdua nyengir. Alhamdulillah..kirain bakal ribet.
‘ Mau nonton siapa? “ kata bapak itu sambil nerima duit kami, dia seperti nya lagi nyetak tiket kami.
“ The Afternoon Smiles.” Kata gue sambil tersenyum, mencoba bersikap ramah.
“ Ohh..keren tuh! “
“ That’s why we’re gonna watch ‘em. “
Bapak itu ngasih tiket kami 2 lembar dan sebuah amplop coklat besar. Dengan ini dinyatakan..urusan tiket selesai. Yipppiiieee..
Tapi…ada kejadian lucu sepulang nya dari cafĂ© itu. Mau ketawa ngakak guling-guling gue! Sumpah gue bego banget!! Mana pede tingkat tinggi pula.
Jadi, klo jalan arteri yang dari arah Blok m ke Semanggi itu yang mau ke arah Cawang kan kita musti naek ke jalan lingkar yang kaya angka 8 itu ya, nah, klo naek motor seharus nya kita kan lewat jalur lambat, tapi dengan pede nya gue nyuruh Lyla lewat jalur cepat, which is…forbidden di jam-jam tertentu. Walhasil, kami diberhentiin polisi!!!! Tapi sumpah, gue sama sekali gak tau klo jam segini motor gak boleh lewat sini.
Polisi yang terlihat masih muda itu dan mungkin baru 1 atau 2 tahun jadi polisi,kaya nya gak tega ngeliat muka kami, 2 cewek yang ketangkep basah ngelanggar aturan lalu lintas plus dengan jujur nya ngaku klo kami gak tau peraturan itu. KTP kami dilihat dan akhirnya Cuma dikasih nasehat supaya jangan diulang lagi perbuatan kami barusan. Hahayy..siap, pak polisi!
Sesudah itu, kami berdua pun ngakak mulu sepanjang perjalanan pulang. Beneran bego banget sih,deeeee….
Sampe rumah langsung istirahat,bsok sore ke Ancol nya sama Lyla naek motor lagi, lebih hemat dan bisa sampe selesai. Berangkat nya jam 5-an aja, biar sampe sana pas ada band yang perform, jadi gak bengong nunggu TAS perform. Di sana akan ketemu Rio dan beberapa temen yang lain. It’s gonna be fun fun fun!!
Bakal capek banget deh besok. Sudah terbukti tahun lalu pas gue kesana untuk liat melee. Festival tahun lalu adalah pengalaman pertama gue, dengan sok nya langsung mau nonton 3 hari, beli 3 days pass yang jatoh nya jadi sangat amat lebih murah daripada daily pass. Baru hari kedua aja, gue udah tepar seada-adanya. Jadilah, tiket hari ketiga gue kasih ke temen gue yang kerja di radio. Mungkin karena pas di venue gue jalan kesana-kemari, jadi capek. Maklum, panggung ada 10 dan banyak band local bagus yang main disana. Kali ini, gue gak akan terlalu mondar-mandir, diniatin dari awal akan nonton 1 aja, cuma satu : The Afternoon Smiles.
Satu kebiasaan gue yang nyebelin adalah, klo menjelang hari yang ditunggu, pasti malem nya malah gak bisa tidur. Untung bsok gak ngapa-ngapain sebelum ke Ancol. There’s no banquet event di hotel yang sering manggil gue untuk kerja part time disana.
Yes, kadang gue emang kerja part time di salah satu hotel di bilangan Menteng itu klo mereka butuh tambahan orang. Kerjaan gue mondar-mandir ballroom ke kitchen, mengisi ulang makanan yang ada di meja prasmanan. Gue sih mendingan bolak-balik gitu, daripada musti masak di dapur. Dapur di hotel itu super panas, dimana-mana kompor dan gak ada peralatan masak yang ukuran nya kecil. Sepertinya tenaga gue gak akan terlalu berguna disana, kecuali untuk tugas kupas mengupas atau potong memotong.
Gue punya 3 kerjaan gak tetap. Pertama adalah nulis cerita, bikin novel atau cerpen yang diterbitkan di majalah remaja. Alhamdulillah sudah menghasilkan 2 novel yang lumayan laris dan cerpen gue sering muncul di 2 majalah remaja nasional. Mulai bulan depan, salah satu dari majalah itu akan menerbitkan cerita bersambung karya gue. Insya Allah. Udah rampung 10 episode awal.
Kerjaan gak tetap kedua, part time di hotel dan ketiga, di jasa katering punya bude gue.  Lulusan D1 jurusan food production bikin gue cuma bisa jadi part timer di hotel doang. Tapi gue selalu sungguh-sungguh klo kerja di sana. Siapa tau suatu saat nanti bisa jadi daily worker trus naek jadi karyawan tetap. Amin.
Alhamdulillah selama ini sih kebutuhan cukup semua. Novel kedua cetak kedua 2 bulan lalu, dan semua pembayaran di deposito kan sama nyokap sebagian besar. That’s why gue sama sekali gak bisa ngeluarin duit seenaknya. Apalagi cuma buat nonton konser, klo ketauan..bisa dikeplak sama nyokap! Haha..so, keep your mouth shut,kay?! *wink
“ Ya, mas Wis..knapa? “
“ Minggu kurang orang. Gue tau lu bilang mau istirahat, tapi gimana lagi? Please banget,dee. Kali ini aja yaaa…”
Mas Wisnandi adalah manajer banquet di hotel tempat gue kerja part time. Ada nada terpaksa di suara nya pas tadi dia ngomong. Berarti ini penting dan urgent.
“ Jam berapa,mas? “ gue harap sih siang.
“ Gue cuma butuh lu 3 atau 4 jam doang kok,dee. Jam 11 lah udah di hotel. Ya? Akan gue bayar seperti biasa. “
“ Okay. Refill makanan doang kan? ‘
“ Yup! Kaya biasa atau di angkringan tahu gimbal. “
“ What? Serius mas mereka request angkringan tahu gimbal? “
“ Iya. Makanan nostalgia seperti nya. Kata nya pas pacaran di Semarang. Yang cowok taruna akpol, yang cewek kuliah di sana. “
“ Ohhh..okay. I’ll be there.”
“ Sip. Thanks banget,dee. Maaf ngerepotin, mendadak pula. “
“ Gak papa,mas. Gue tau lu gak akan begini klo gak butuh orang banget. “
“ Pinter!! Okay, sampe jumpa hari minggu yah?! “
“ Sip!! “
Naroh henpon di meja. Yak!! Udah jam 1 malem..gak ada alasan untuk gak tidur sekarang.
Mas Wis ini dulu kakak kelas di kampus, tapi dia nerusin ke D3 dan jadi lulusan terbaik. Pas training di hotel yang ada di Menteng itu, dia nunjukin klo dia itu capable di bidang nya. Kebetulan manajer banquet waktu itu dipromosiin jadi manajer coffee shop nya, dia suka sama cara kerja mas Wis dan jadilah mas Wis di posisi nya yang sekarang. Kombinasi kerja keras dan keberuntungan. Orang yang tepat di waktu dan tempat yang tepat.
Minggu ini emang harus nya gak ada kerjaan part time, gue sendiri yang bilang ke mas Wisk lo gue mau istirahat weekend ini, soal nya weekend kemaren acara banquet nya gila-gilaan banget, dari jumat sampe minggu ada acara. 3 hari berturut-turut ngurusin breakfast dan lunch nya 400 orang yang lagi ngadain pertemuan. Klo gak salah sih lurah-lurah salah satu provinsi di Pulau Jawa,luar Jakarta. Ckckck…musti ya, pertemuan nya di luar daerah mereka?




Senin, 15 Agustus 2011

The Afternoon Smiles - Chapter 1


 The First Meet

Sore yang mendung di bulan oktober.
Kaki gue melangkah bergegas supaya gak keujanan di jalan. Dengan gak sabar nunggu angkot di pinggir jalan. Secepat kilat langsung naik begitu kopaja yang ditunggu lewat. Penuh. Terpaksa berdiri. Mudah-mudahan nanti ada yang turun, jadi bisa duduk. Agak capek badan gue soalnya.
Today, I got a chance to meet a band, which come from UK. Mereka band yang dulu besar di jaman gue SMP, 12 years ago. 5 tahun belakangan ini emang banyak penyanyi atau band yang melakukan comebacks atau reuni. Sejak spice girls berhasil sukses dengan album dan konser mereka yang sold out di banyak negara.
The Afternoon Smiles atau biasa disingkat TAS, adalah band yang tahun 1998 muncul dan hits banget dengan single mereka, silent lullaby. Sampai tahun 2004, mereka produced 3 album studio yang lumayan bagus penjualan nya di Asia dan Eropa. Mereka sempet manggung di Jakarta sekali, tapi gue gak sempet nonton. Gak akan diijinin juga sama nyokap. Lagian, anak sekolah kan duit nya terbatas, walaupun gue dari SMP udah sering kerja part time di wedding party, tapi tetep aja susah dapet ijin nyokap.
TAS dulu personel nya ada 4 orang. Tapi katanya, sekarang yang tersisa cuma vokalis nya. Dan satu personel baru.
The vocalist stay, that’s great. Cos menurut gue, ciri khas dalam sebuah band yang gak boleh hilang dan gak bisa tergantikan adalah vokalis. Mau gonta-ganti personel yang megang alat sampe ribuan kali juga, menurut gue gak masalah, asal jangan ganti vokalis. Apalagi klo sang vokalis itu adalah ‘kepala dan jiwa’ band tersebut.
 Ganti angkot di Mampang,hujan gerimis pelan-pelan turun. Angkot nya langsung ada dan itu bikin gue males buka payung. Biarin lah jaket dan rambut gue jadi sedikit basah.
Sampe radio yang dituju. Keadaan di lantai 1 udah kosong, bagian administrasi nya udah pulang semua dari jam 4 sore tadi. Pasti di lantai 2 dan 3 masih banyak orang. Oh iya, TAS kesini dalam rangka manggung di salah satu festival musik 2 hari lagi. They’ve been here  for about 10 days. They went to Bandung also and held a showcase at Gasibu.
Radio ini sering gue datengin, awalnya cuma suka dengerin program-program di radio ini doang, lalu mulai minta lagu via sms dan akhirnya berani main kesini. Ini bikin gue kenal sama para penyiar dan orang-orang yang kerja disini. Ini juga dateng karena udah diijinin sama penyiarnya, nama nya Sara dan dia ngisi program di sore hari dari jam 4 sampai jam 7. She knew I like TAS, so, here I am now. Bahkan kadang klo gue lagi main kesini, dia suka muterin lagu favorit gue, salah satu nya lagu-lagu dari TAS. Hihihi.. Tahun lalu juga kami bekerja sama ngedatengin band dari US untuk wawancara di radio ini. Band favorit kami berdua dan kebetulan gue suka chatting sama gitaris nya di facebook.
I hug and kiss both of her cheeks. Sekarang dia lagi siaran, maka nya gue langsung duduk anteng di sofa yang ada di depan nya.
 “ Masih di jalan, sebentar lagi juga sampe. Hujan ya? Kok kaya nya macet. ‘ kata Sara pas dia istirahat ngomong.
“ Iya, ujan. Ini aja keujanan..tapi gue gak kena macet sih tadi. “ gue senyum.
“ Really? Baju nya basah dong? “
“ Jaket nya doang kok. “
Karena dia harus kembali cuap-cuap, kadang gue sibuk sama social networks punya gue, ada twitter sama facebook. Or simply just listening to the song which been played.
Festival musik 3 hari yang mendatangkan TAS ini akan diadain di Ancol weekend ini. TAS akan tampil di hari Sabtu, hari kedua nya. Tiket nya lumayan, harga normal nya 500ribu aja gitu. Gue jadi gak pengen nonton saking mahal nya. Klo dapet tiket yang harga nya murah sih..ayo dah!!! Klo masalah transportasi kesana nya mah gampang. Tinggal naek trans Jakarta dan nanti ke venue nya dianter shuttle bus yang disediain promoter nya.
Sara ngelongok ke jendela yang langsung memperlihatkan pemandangan tempat parkir di bawah, depan pintu masuk lantai 1.
“ Mereka udah dateng. “ katanya.
Gue senyum. Perempuan, langsung aja gitu kami berdua nyemprot parfum ke badan kami masing-masing dan ngebenerin rambut. Haha! Lalu duduk lagi..pura-pura gak nungguin. Padahal…
Yang gue tau, akun twitter mereka follow akun twitter gue, mungkin karena setiap gue dengerin lagu mereka, pasti gue tweet dan mention mereka. Kata Sara sih, yang megang akun twitter mereka itu sang gitaris, Steve. Pantes, akun pribadi dia follow gue duluan. Hehe..
Nengok ke lounge yang sering digunain untuk bintang tamu yang dateng perform live di luar ruang siaran, dan tiba-tiba ada bule yang masuk. Satu cowok yang gak terlalu tinggi, rambut merah dan muka nya kaya anak kecil. Itu seperti nya Steve deh. Gue ngalihin muka ke Sara yang lagi sibuk sama Blackberry nya.
Cowok itu pun masuk, Sara berdiri dan nyambut dia, mereka saling menyapa. Yeah, itu Steve. Ada satu cowok lagi masuk, tinggi, muka nya sedikit pucat, rambut spiky. Steve nyamperin gue, gue berdiri dan gak lupa tersenyum.
“ Hello, I’m Steve. “ katanya. Dia jabat tangan dan cium 2 pipi gue. Okay, this is a new thing for me.
“ Hey, I’m Dee. “
“ Apa kabar? ” kata Steve lagi. Ini bikin gue agak sedikit kaget. Siapa yang ngajarin?
“ Baik. How are you? “
“ Bagus. Saya juga baik.” Dia tersenyum manis.
Cowok yang tinggi pun say “ hi “ dan cium pipi gue, kanan dan kiri. He hug me too! Okay..shocked lagi gue. Haha! Cowok yang boleh meluk dan cium gue cuma cowok yang status nya pacar, lah ini…baru juga ketemu. Well, jangan kaget, Dee..mereka kan orang Eropa, Inggris pula.
Lalu mereka berdua keluar, mungkin ngaso dulu di lounge sambil nyiapin alat-alat musik yang akan mereka pake nanti.
“ Yang satu nama nya siapa? Gue gak kenal. “ kata gue ke Sara.
“ Danny. “
“ Ohh.. gue kira bakal ada Steve sama Keith doang. “
“ Additional ada 2 orang, soundman sama manager juga ada. Banyak lah pokok nya.. “
“ Ohh..” kata gue sambil ngangguk-ngangguk.
Lalu Keith, sang vokalis masuk. Steve juga masuk lagi. Keith mengenalkan diri ke Sara dan gue. But, English gue gak bagus-bagus amat, so, I just enjoy their conversation.
Keith ini..one of the hottest man di saat gue SMP. Dan dia ada di depan gue sekarang! Terlihat klo sudah berumur, tapi tetep aja keliatan charming. Agak gemuk, but, he’s a lovely man!! They’re all lovely men.
Aaaahh..temen-temen gue dateng!! Anak-anak yang gue kenal karena sama-sama suka dengerin radio ini. Mereka ada di luar lounge, berdiri deket tangga. Gue samperin dan sapa satu persatu. Baru 3 orang sih, salah satu nya sempet liat TAS showcase di sebuah café semalem.
“ Masuk yuk!! Kata nya mau ngobrol sama mereka? Blom say hi kan?! “ kata gue ke Rio dan yang lain.
“ Iya. Yuk!! “
Kami masuk ke lounge nya dan say hi sama Danny, klo Steve sama Keith masih di ruang siaran sama Sara.
“ I came last nite, remember? I’m Rio, by the way. “ kata Rio sambil jabat tangan Danny.
“ Ohhh..yeahh. “ Danny senyum. He’s cute!
“ I’ve posted the pics from last nite show. I’ve tagged you on facebook. “
“ Ohhh..I’ve seen it. Thanks. Hold on…”
Danny ambil smartphone dari saku jeans nya, lalu gak lama nunjukin sesuatu di layar nya, ohhh..ternyata dia buka akun facebook nya.
“ This one is you? “ dia nunjuk satu nama di wall facebook nya.
“ Yes, that’s me. “
“ Thank you. I really love this one. It’s Keith. “
Cowok bermata biru itu nunjukin sebuah foto. Iya, bagus banget!! Foto Keith dengan latar belakang gelap dan ada asap-asap nya gitu.
“ That’s a cool pic! “ kata gue ke Danny.
“ Yeah, someone took it last nite and I really love it. “
Dia tersenyum dan saat itu Keith keluar dari ruang siaran. Danny ngingetin Keith klo Rio itu semalem dateng ke show mereka. Ternyata Keith inget sama Rio. Wah, berarti si Danny payah nih ingatan nya. Hehe..
“ So, how’s Jakarta so far? “ tanya Rio ke Danny.
“ It’s nice, the people are nice.”
“ Have you been around? Shopping in Bandung? “
“ No.. we don’t have time. Only stays at the hotel. “
“ Ah..that’s too bad. You guys should go walking around the city. “ kata gue.
“ Yeah.. I really wanted it too, but..there’s no time. “
Danny lalu bantu Steve dengan gitarnya. Gue, Rio dan Amel masih ngobrol di lounge.
Gak lama..tambah rame. Soundman, manager, dan satu orang bule lagi dateng. Ditambah anak yang kerja di radio ini, yang juga ditugasin jadi penjemput TAS dan LO dari promoter festival musik nya. Sama pemain bass/keyboard mereka..nama nya Richard. The soundman, Sam, he’s freeaakiinngg  hot! Penuh deh nih lounge. Dengan 2 major bahasa. Keuntungan ada di kami, cos we pretty much tau apa yang mereka omongin, sementara mereka? They have no idea. Hihi..
Beberapa temen gue muncul lagi. Wah! Bener-bener rame. It’s gonna be fun! Dan udara memanas, AC pun gak berasa.
Jam ½ 7 sampe jam 8 interview plus mereka perform live. Mereka nyanyi akustik 4 lagu hits mereka jaman dulu, termasuk silent lullaby. Tanya-jawab yang menyenangkan..plus nyanyi-nyanyi dan joget bareng juga. Everybody’s holding their cameras and start recording or taking pictures.
“ Are you hungry? “ gue nyamperin Steve yang lagi makan cemilan yang disediain.
“ Yeah..hehe..”
Gue pun liat piring dan nyuruh dia nyobain lemper. Cos dia kan laper yaaahhh..hehe..and he took one. Saying nya Keith manggil dia, so, gak ngobrol lagi deh.
Tadi dia sempet bilang tentang akun twitter, gue bilang aja klo dia udah follow gue juga, dan gue ingetin dia nama yang gue pake di twitter.
Foto-foto setelah on air nya selesai. Gue sih sama mereka satu persatu foto nya, gak sempet yang grup gitu.
“ See you on Saturday! “ kata Rio ke Danny.
 “ You’ll come? Alright, that’s cool!!!!!! ” katanya.
Gue gak ngomong cos gue sama sekali blom ada niat untuk dateng. Tadi foto sama Keith dan pose nya dia yang meluk gue gitu. Haha!! Seperti nya dia suka sekali memeluk.
Steve sama Danny tadi sebelum pergi juga kembali meluk dan cium pipi kanan-kiri gue. It’s a lil bit awkward for me. Gue tadi keujanan dan entah parfum gue masih tercium apa enggak, but, whatsoever deh.
Oke..mereka pergi. Saat nya pulang.