Jumat, 24 November 2017

I love sleeping but sometimes dreaming while sleeping gives me unwanted prophecy

21st Oct

Me : "Are you planning to go traveling somewhere?"
You : "No. 😂 "
Me : "Really?"
You : "Yes. Unless I've paid what I must paid first. Or if someone paid everything for me, I would loved too."


24th Oct

You : "I've paid it."


2nd Nov

You : "I'm leaving."




You were being forgetful. Me and my dreams are connected. It happened less than 2 weeks.
Another proof, I was dreaming when I hugged you at college and few weeks later you decided to give up. These conversation is legit proof, isn't it?


Selasa, 14 November 2017

Memoar






"That history and memory and the ghosts of our past are sometimes just as tangible as anything we can hold in our hands." - Meredith Gray
.
.

.
I'm not trying to-be-a-drama-queen-over-anything but there are too many places which hold the memories of you and me, us (if us ever existed), this is one of those. This is the place where we used to sit for hours and talk about anything. From a general unimportant thing to topics which too damn private, which I know you tried to hold it back.


"Don't get too close with this girl who I feel like I was talking to one of my sisters when I talked to her." You thought..and you failed at keeping it that way.

Since we moved to another class, I never went to this place, but unfortunately I must sat here a few weeks ago. The second I saw this place from upstairs, I was choking. The second I sat here, I felt that the hole is not a ghost, it's real.

You said memories are just memories. There isn't something special about a thing or a place. I really wanted to be like you. I do. Love makes us strong and it also makes us weak.

I write about us as a reminder, this is not gonna be the only one and I know you don't mind it (like you don't give a fuss with everything), that I am beyond grateful to have you in my life. That I am happy that I spent my days with you. The feeling remains.


*fyi, that's his green-grey backpack and hat

Ketika Kamu Datang

Ketika kamu datang, semua menjadi ajaib.
Sekali lagi aku merasakan apa yang namanya bahagia karena hal sepele macam cinta.
Tapi aku juga merasakan ketakutan ku yang lama kembali, kehilangan.
Seperti biasa kalau aku mulai menyayangi, aku akan mendedikasikan semua yang aku punya buat orang itu, pun kepada kamu.
Semua hal mengenai kamu menjadi penting.
Aku sibuk memperbaiki kamu sampai aku lupa memperbaiki diri sendiri.
Peduli sama kamu tanpa mempedulikan diri aku sendiri.

Karena apa?
Karena melihat kamu terpenuhi saja sudah cukup buat aku.
Itu cara ku membuat diri ini bahagia.
Memberikan semua yang aku punya untuk kamu, sampai aku tak punya apa-apa lagi.

Mencintai seseorang dengan sepenuh hati, mungkin itu kutukan yang aku punya sejak lahir.

Sabtu, 16 September 2017

Goth

Domba yang keras kepala
Di ujung waktu tanpa aba-aba

Ketika dua hantu selalu mengintai

Entah sampai kapan akan bertahan
Karena yang terlihat bukanlah apa yang ada di depan
Karena yang mengintai akan membinasakan

Saat gelap akan menyergap

Paleo. (Part 7)

"Apa benar kak @mahesaGina pernah mau bunuh diri karena ditinggalin cowok?"
Darah Gina tersirap, dadanya sakit. Belum pernah pertanyaan ini ditanyakan di akun twitternya, belum pernah ada pula pembacanya menanyakan ini secara langsung kepadanya. Karena tidak pernah ada yang tahu masalah ini kecuali keluarga dan editornya.
Seketika tangannya gemetar, matanya mulai buram. Bukan perasaan sewaktu hampir bertemu malaikat maut yang dia ingat, tapi rasa sakit dan kesepian yang menyergapnya waktu itu kembali datang.


Kamu sendirian Gina. Laki-laki yang kamu cintai tidak menginginkan mu lagi selain untuk pelampiasan nafsunya. Semua yang kamu berikan kepadanya hanyalah kesia-siaan.
 

Kamu tidak berharga.
Kamu sendirian.


Rasa 2 tahun yang lalu kembali. Waktu seakan tidak berarti. Self healing dan terapi penerimaan tidak ada bekasnya. Saat dimana sakit yang dia rasakan di hati, saat dimana tangis yang seakan tidak pernah melegakan digantikan dengan keinginan menyayat pergelangan tangannya dan membiarkan darah mengalir.
Gina lebih baik mati kehabisan darah daripada terbangun dan merasakan kesepian dan penolakan yang sangat. Tidak diinginkan dan kesepian adalah kombinasi pahit yang mencekik. Nafasnya pendek. Seperti ingin menangis tapi tidak ada yang keluar dari matanya. Ingin Ia berteriak tapi ini di bandara, tempat orang lalu-lalang.

Selasa, 15 Agustus 2017

Paleo. (Part 6)

"Bruce Lee?" front officer berpenampilan rapi di depan ku itu sedikit mengerutkan kening begitu aku menyebutkan sebuah nama.
Tapi karena dia profesional, tangannya pun dengan cekatan mengetik keyboard komputer yang tidak terlihat dari tempat ku berdiri. Beberapa saat kemudian air mukanya berubah, seperti menemukan kenyataan yang sangat lucu.
"Mohon maaf, tapi sepertinya Tuan Lee baru check out beberapa jam yang lalu."
Damn. We're so close yet so far, Mr. Lee...whoever you are.
Aku menelan ludah, tenggorokan ini tiba-tiba kering.
"Baiklah. Terimakasih atas bantuannya."
"Selamat siang."
Aku hanya tersenyum.
Belum waktunya, Gina.
Atau tidak akan terulang lagi. Sedekat ini dengan siapapun laki-laki misterius itu.
"Gina! Elu kenapa belum keliatan di bandara?"
Suara Kak Nila mengembalikan kesadaran ku akan dunia nyata. Aku memang sengaja mampir ke hotel ini di tengah perjalanan ku ke bandara.
"Sebentar sih, Kak. Lagian manja banget mau ke Singapore aja minta ditemuin dulu."
"Eh, siapa ya yang berinisiatif ngambilin pasport gue yang ketinggalan di kantor?"
"Hehehe..gue sih. Bentar ya, Kak. Ini udah otw kok dari Grogol."
"Cepetan. Awas kalo gue sampe ketinggalan pesawat."
"Siap laksanakan!" tidak lama kemudian Kak Nila memutus sambungan.
Aku buru-buru memanggil Pak Karno melalui telpon dan tidak lama kemudian kami bertemu di lobby hotel. Harus segera meluncur ke bandara supaya Kak Nila tidak meledak.
Sepanjang perjalanan ke bandara pikiran ku diliputi banyak pertanyaan dan kemungkinan tentang sosok Bruce Lee.
"Mbak Gina...2D kan ya, mbak? Mbak?"
Pak Karno sampai memutar badannya ke arah belakang untuk menarik perhatian ku.
"Eh, iya Pak."
Aku mengedarkan pandangan ke luar mobil.
"Udah sampai, mbak. Ummmm..mbak, maaf, ada yang sedang dipikirkan?"
Eh? Segitu keliatannya kah? Kikuk karena ketahuan, aku terpaksa tersenyum.
"Biasa, Pak. Masalah kerjaan."
"Oh, dibawa enjoy aja, mbak."
"Hehe..iya, Pak. Makasih. Saya turun dulu ya, Pak." aku memegang handle pintu.
"Hati-hati ya, mbak."
Aku memandangnya sambil tersenyum lalu keluar dari mobil. Bayangan masam wajah Kak Nila membuat ku harus buru-buru.
"Gina! Cepet! I only have 10 minutes!"
Aku berlari lalu menyerahkan pasport itu ke tangan Kak Nila. Dia memeluk ku lalu buru-buru masuk untuk check-in.

Hari ini cukup membuat kepala ku tiba-tiba pening. Aku wa Pak Karno dan bilang aku ingin minum kopi dulu di salah satu sudut bandara ini untuk menenangkan saraf otak ku. Di tas aku menbawa novel yang baru aku beli kemarin. Kopi, bandara, dan novel sepertinya kombinasi yang bagus. Oh, dan lagu-lagu random yang aku dengarkan lewat earphone.

Beberapa halaman novel itu kemudian, seorang pelayan menaruh potongan triple chocolate cake di atas piring kecil di depan ku. Aku memandang pelayan itu karena aku tidak memesan kue ini. Dia hanya tersenyum lalu memberikan secarik kertas dan pergi.
Aku lekas membaca tulisan di kertas itu dan melongo.
"I’m not in this world to live up to your expectations and you’re not in this world to live up to mine."
This is Bruce Lee's famous quote. Lalu aku mengedarkan pandangan.
Berharap.

Senin, 29 Mei 2017

Untuk Seorang Yang Sedang Memonopoli Pikiran Ku

Tangan ini terbuka akan semua kemungkinan
Tapi tidak akan sebuah kejutan
Saat dirasa aku tidak membutuhkan apa-apa
Saat itulah hidup seperti berkata,

"Perempuan, kamu akan merasakan kupu-kupu sekali lagi."

Itu beberapa saat setelah kamu datang
Setelah kamu akhirnya dengan lepas berdendang
Setelah kamu akhirnya menerima ini semua nyata,
Kita hadir untuk bersama

Inginnya kehadiran ku bermakna buat  mu
Inginnya kehadiran ku memberi semangat baru buat mu
Inginnya kehadiran ku menjadi senyum di wajah mu
Inginnya kehadiran ku membuat keyakinan buat mu

Bahwa kamu berharga

Karena kamu adalah gelap yang datang untuk membuat terang lebih berarti




29 Mei 2017
Di kamar ku yang nyaman, saat mentok akan book report. 😀