"Dania titip sesuatu buat lu."
Siang itu Casa menerima pesan singkat di WA dari teman yang sudah lama tidak dia temui, Medina.
"Kok?" balasnya.
"Lu kapan punya waktu?"
"Apa dulu nih titipan nya?"
"Ini penting. Udah deh, gue juga males ketemu elu kalo bukan karena Dania."
"Loh, kok lu nyolot?"
"Heran gue, Dania bisa jatuh cinta sama bajingan kek elu."
Casa terdiam. Dania, mantan pacarnya yang terakhir kali dia temui 8 bulan yang lalu.
"Ada apa sih, Med?"
"Udah ga usah banyak omong. Temuin gue di RS Kasih 2 jam lagi. Dan gak usah banyak tanya."
RS Kasih terlihat ramai, jam besuk pasien sudah dimulai 30 menit yang
lalu dan akan berakhir 90 menit lagi. Sepanjang perjalanan tadi Casa
teringat kenangan-kenangannya bersama Dania. Bukti bahwa idenya menjauhi
"hubungan percintaan" harusnya tetap dia pegang teguh. Dania, yang
membuat dia terlalu nyaman dan akhirnya membuatnya melupakan ide itu,
walau sebentar. Punya hubungan percintaan itu ribet, tapi Casa terbawa
suasana, sampai akhirnya dia merasa dia rindu kebebasannya lagi, dan
meninggalkan Dania mencinta sendiri. Dania adalah comfort zone Casa.
Apapun terpenuhi kalau Casa ada di dekat Dania. Tapi Casa tidak mau
terikat.
Sebulan setelah Casa memutuskan hubungan, dan pergi dari Jakarta,
Dania meminta dia mengabulkan satu permintaannya yang belum dipenuhi
Casa. Awalnya Casa ragu, tapi akhirnya dia mengiyakan, setelah Dania
janji dia tidak akan mencari Casa lagi setelah ini. Permintaan yang
dipenuhi tiga kali setelah akhirnya Dania bilang cukup.
Casa melihat kesal di wajah Medi dan merasa pasti ada sesuatu yang terjadi pada Dania.
"Apa kabar, Med?"
"Gak usah basa-basi. Ayo ikut gue."
Medina jalan di depan Casa, mau tak mau dia mengikuti. Mereka melalui
lorong rumah sakit, jalan lurus lumayan jauh lalu belok ke kanan dan
sampailah mereka di depan sebuah gedung kecil bertingkat dua.
"Nih baca dulu surat dari Dania."
Kali ini Casa melihat mata Medina berkaca-kaca. Lalu dia membalikkan badannya. Menangis.
Casa membuka amplop putih dan menemukan kertas berwarna biru di dalamnya. Tulisan tangan Dania.
"Casa, laki-laki pertama dan terakhir ku.
Kalau surat ini sudah sampai pada mu berarti kamu sebentar lagi akan
bertemu malaikat. Kamu ingat waktu itu kamu minta apa sama aku? Etapi,
kamu mah selalu lupa. Dan aku selalu mengingatkan. Pekerjaan utama ku,
pengingat dan penyelamat mu. Oh dan dua lagi, mencintai mu sepenuh hati
dan mendukungmu kapanpun dimanapun. Oke, balik ke topik tadi, apapun
yang kamu minta selalu aku penuhi, bahkan hal kecil seperti penutup mata
if you wanna take a nap waktu kamu jadi ojol waktu itu kan? Hehe..
Jadi, ini permintaan terakhir kamu yang aku kabulin, lagi, inget ga
waktu kita turun tangga mau ke kelas? Aku bilang aku pengen punya anak
tapi ga mau punya suami. Sementara kamu mau punya anak tapi gak mau
punya istri. Dan jadilah kamu bilang, yaudah kamu hamil aja nanti
anaknya buat aku. Sementara aku protes karena aku juga mau punya anak
keriting lucu kaya bapaknya. Dan akhirnya kamu bilang aku harus hamil 2
kali trus anaknya dibagi satu-satu. Aku ingat dengan jelas hari itu
seperti hari-hari lain yang aku habiskan sama kamu. Jadi, aku memutuskan
untuk memberi kamu, dia yang cantik. Aku harap kamu memang ingin
perempuan. Aku tak mengapa tidak dicintai sama kamu, tapi cintai dia
karena dia bagian dari kamu.
PS : aku hanya pernah sama kamu, jadi yakinlah dia itu kamu. Boleh kok kalo mau tes dna. :p
I love you till death, Casa Hutomo."
Mata Casa berkaca-kaca. Medina masuk ke gedung itu dan Casa mengikutinya. Di depan sebuah ruangan kaca, Medi berhenti.
"Dewi Putri Hutomo, anak lu sama Dania."
Medina menunjuk bayi di dalam inkubator.
Casa menangis melihat bayi mungil itu. Wajah dan rambutnya mengingatkannya
pada foto masa kecilnya yang pernah ditunjukan ibunya dulu.
"Dania meninggal setelah melahirkan. She already knew dia akan meninggal bahkan sebelum dia hamil. Ditambah, it was too risky and she forced doctor to chose this baby's life before her."
Medina seperti menjelaskan tanya Casa yang tak terucap.
Tangis Casa makin menjadi.
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan
Minggu, 10 Desember 2017
Sabtu, 01 April 2017
Little Angel
Mereka
bilang malaikat pernah datang ke bumi pada suatu waktu.
Aku pernah
bertemu salah satu nya.
Malaikat kecil, bukan hanya untuk kedua orang
tua nya tapi juga buat aku, membuatku belajar akan arti kekuatan dan
harapan.
Bagaimana Surga, Jessie sayang?
Mereka lebih membutuhkan kamu sepertinya.
Tante kangen sama kamu.
Walau kita cuma bertemu 4 kali tak mengapa.
Doakan
yang unda kamu lakukan buat teman-teman kamu sesama pejuang hati bisa
lancar. And I promise you, my dear, I will always be there for your
unda.
She is a real woman.
A very strong one.
I'm proud of her, we are
proud of her, aren't we?
I love you, malaikat kecil.
Bila
ada yang membaca tulisan singkat ini dan ingin membantu anak-anak
#pejuanghati bisa menyalurkan donasi ke rekening unda Jessie. You can
ask me for the details. #PeduliAtresiaBillier #JessieFoundation
Sabtu, 21 Maret 2015
21st March 2015
Jadi kemaren itu dari sore udah bbm-an sama akang ganteng yang itu..
Rencana nya mau makan bareng karena klinik sore nya libur, drg nya pergi ke luar kota, udah janjian plus ngambek dikit gara2 dia mau nya abis makan langsung beli kue. Mau ngerayain ultah gue sederhana aja. Gue nya bilang gak usah beli kue, cos yang gue mau cuma satu sih, menghabiskan waktu sama dia. Gak, gue gak bilang segamblang itu ke dia kok. :p Setelah kurang lebih 10 hari gak jalan berdua, cuma itu sih yang gue mau.
Dari sore kan udah hujan, walau akhirnya berenti, tapi tiba-tiba jam setengah 7 malem si akang ganteng bbm, bilang di rumah nya hujan deres.
Gue keluar kamar dan langsung hopeless begitu liat langit agak kemerahan, mendung bro.
Ya udah akhirnya bilang..
"Gak jadi aja lah."
"Kok gitu? Jadilah."
Awalnya sih dia tetep keukeuh janjian tapi begitu gue bilang di rumah mulai hujan, petir, angin, badai, barulah dia bilang..
"Kalo ga jadi gpp kan?"
"Iya gpp."
Langsung bete, sedih, haduh..mau beduaan aja susah bener.
Ngapus make up, meluk guling, dengerin The Script lalu nangis.
Matiin bb. Tidur.
Jam 10 kebangun dan mendapati celana jeans gue tiba-tiba ada di atas badan, walau baru banget kebangun tapi gue masih inget kalo ni celana ga gue taroh di deket gue. but what the hell, lanjut tidur.
Gak lama kebangun lagi gara-gara kaya nya ada yang naik tangga menuju kamar dan pas gue nengok..
"Astagfirullah."
Si akang ganteng udah di sana..
And the rest is history..
Thanks for all the birthday wishes. Dari hati yang paling dalam cuma bisa meng-amin-kan dan berterimakasih.
Loved the Juventus jacket, chocolate and the letter, akang ganteng.
Thanks sudah mau datang ke rumah sambil hujan-hujanan, gak pake jas ujan pula. I love you to the moon and back. I know these times are hard, they're making us crazy but don't give up on us, baby.
Besok aku traktir! :*
Rencana nya mau makan bareng karena klinik sore nya libur, drg nya pergi ke luar kota, udah janjian plus ngambek dikit gara2 dia mau nya abis makan langsung beli kue. Mau ngerayain ultah gue sederhana aja. Gue nya bilang gak usah beli kue, cos yang gue mau cuma satu sih, menghabiskan waktu sama dia. Gak, gue gak bilang segamblang itu ke dia kok. :p Setelah kurang lebih 10 hari gak jalan berdua, cuma itu sih yang gue mau.
Dari sore kan udah hujan, walau akhirnya berenti, tapi tiba-tiba jam setengah 7 malem si akang ganteng bbm, bilang di rumah nya hujan deres.
Gue keluar kamar dan langsung hopeless begitu liat langit agak kemerahan, mendung bro.
Ya udah akhirnya bilang..
"Gak jadi aja lah."
"Kok gitu? Jadilah."
Awalnya sih dia tetep keukeuh janjian tapi begitu gue bilang di rumah mulai hujan, petir, angin, badai, barulah dia bilang..
"Kalo ga jadi gpp kan?"
"Iya gpp."
Langsung bete, sedih, haduh..mau beduaan aja susah bener.
Ngapus make up, meluk guling, dengerin The Script lalu nangis.
Matiin bb. Tidur.
Jam 10 kebangun dan mendapati celana jeans gue tiba-tiba ada di atas badan, walau baru banget kebangun tapi gue masih inget kalo ni celana ga gue taroh di deket gue. but what the hell, lanjut tidur.
Gak lama kebangun lagi gara-gara kaya nya ada yang naik tangga menuju kamar dan pas gue nengok..
"Astagfirullah."
Si akang ganteng udah di sana..
And the rest is history..
Thanks for all the birthday wishes. Dari hati yang paling dalam cuma bisa meng-amin-kan dan berterimakasih.
Loved the Juventus jacket, chocolate and the letter, akang ganteng.
Thanks sudah mau datang ke rumah sambil hujan-hujanan, gak pake jas ujan pula. I love you to the moon and back. I know these times are hard, they're making us crazy but don't give up on us, baby.
Besok aku traktir! :*
Sabtu, 27 Desember 2014
G.N.S
Kamu,
Bulan lalu adalah awal.
Aku ingat hari itu.
Senin, 13 Oktober 2014.
Berjalan berdua di bawah gerimis.
Kamu tau itu adalah salah satu hal yang ingin aku lakukan?
Kenapa?
Alasan romantis yang sentimentil.
Aku suka hujan.
Aku suka kamu.
Mendapatkan 2 hal yang disuka dalam waktu bersamaan itu ajaib rasanya.
Hari-hari bersama kamu adalah hari-hari yang tidak pernah gagal masuk daftar 'hari-hari terbaik dalam hidup ku'.
Berlebihan?
Mungkin.
Tapi tidak apa disebut berlebihan kalau kau berkata jujur.
Sejak saat itu,
Aku suka ada di dekat kamu.
Aku suka merasakan tangan kamu di genggaman ku.
Aku suka gigi kamu yg berantakan.
Aku suka memeluk kamu.
Aku suka apapun yang kita lakukan saat bersama.
Lalu sabtu, 15 november 2014
Pertama kali nya kita membicarakan kita.
Keberanian itu muncul darimana?
Entah.
Mungkin dari rasa nyaman terjaga saat kamu ada.
Mungkin dari rasa kecupan kamu yang seperti candu.
Mungkin dari rasa egois ku yang ingin menjadi satu-satu nya yang memiliki kamu.
Aku cuma mau kamu.
Cuma kamu.
Cuma satu.
Karena satu saja sudah lebih dari cukup bagi ku.
Bulan lalu adalah awal.
Aku ingat hari itu.
Senin, 13 Oktober 2014.
Berjalan berdua di bawah gerimis.
Kamu tau itu adalah salah satu hal yang ingin aku lakukan?
Kenapa?
Alasan romantis yang sentimentil.
Aku suka hujan.
Aku suka kamu.
Mendapatkan 2 hal yang disuka dalam waktu bersamaan itu ajaib rasanya.
Hari-hari bersama kamu adalah hari-hari yang tidak pernah gagal masuk daftar 'hari-hari terbaik dalam hidup ku'.
Berlebihan?
Mungkin.
Tapi tidak apa disebut berlebihan kalau kau berkata jujur.
Sejak saat itu,
Aku suka ada di dekat kamu.
Aku suka merasakan tangan kamu di genggaman ku.
Aku suka gigi kamu yg berantakan.
Aku suka memeluk kamu.
Aku suka apapun yang kita lakukan saat bersama.
Lalu sabtu, 15 november 2014
Pertama kali nya kita membicarakan kita.
Keberanian itu muncul darimana?
Entah.
Mungkin dari rasa nyaman terjaga saat kamu ada.
Mungkin dari rasa kecupan kamu yang seperti candu.
Mungkin dari rasa egois ku yang ingin menjadi satu-satu nya yang memiliki kamu.
Aku cuma mau kamu.
Cuma kamu.
Cuma satu.
Karena satu saja sudah lebih dari cukup bagi ku.
P S :
Buat Gilang,
Buat Gilang,
Dari pacar kamu yang nyebelin.Terima kasih 2 bulan 2 minggu belakangan yang super duper menyenangkan. I want more. :*
Langganan:
Postingan (Atom)

